Senin, 02 Juni 2014

application letter

Nama : Dewi Febriyanti
NPM : 21211955
Kelas : 3EB22

Bekasi, April 12st, 2014

Attention
Personal Manager of PT.Saka Farma Labs
Jl. Rawa Gatel Blok III S Kav 39-40
Kawasan Industri Pulogadung 13930
Jakarta

Dear Sir or Madam,

I am writing to you to inquire about the possibility of working in your company that was informed by Website  www.lowongan-pekerjaan.net I am interested in “Internal Audit Officer (IA)” position.

My name is Dewi Febriyanri. I am twenty three years old. I have background in Accounting/S1. And I was graduated from Gunadarma University in 2012.

With my educational background, I am confident that my qualification and skills could make significant contributions to your company. I will be able to operate computer especially MYOB .Besides that, I am a person who can work either independently or as part of team. I am also initiative, hardworking, and eager to learn.

Now, I am working as Internal Audit at PT. Young SHIN Indonesia. I am willing to learn and work very well with others and anxious to put my knowledge into practical. Enclosed is my resume and latest photograph for your review and considerations.

I hope you will grant me an interview and the opportunity to give you more details about my self.


Sincerely yours,



Dewi Febriyanti

memo

Nama : Dewi Febriyanti
Kelas : 3EB22
NPM : 21211955


PT.Saka Farma Labs
Jl. Rawa Gatel Blok III S Kav 39-40
Kawasan Industri Pulogadung 13930
Jakarta

Memo

To        : All Employees
From
    : Dewi Febriyanti, Personal Manager
Date
     : April 12st, 2014
Subject 
Maternity Leave

With Regards,
I’m Dewi Febriyanti as a personal manager to allow maternity leave Mira Anjani. Granted leave for 3 months, April 14, 2014 Juni 14, 2014. Please to all employees to look for a replacement position while Mira Anjani.

Sincerely,

Dewi Febriyanti

(Personal Manager)

Senin, 11 November 2013

penalaran induktif

Nama   : Dewi Febriyanti
Kelas   : 3EB22
NPM   : 21211955

Penalaran Induktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran dari peristiwa yang bersifat khusus yang dihasilkan dari hasil pengamatan dan menghasilkan suatu kesimpulan yang bersifat umum (khusus-umum).
Contoh penalaran induktif :
Manusia butuh makan, hewan butuh makan, tumbuhan butuh makan. Jadi semua manusia butuh makan.
Penalaran induktif dibagi menjadi 3 :
1.      Generalisasi
Adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomenal individual menuju kesimpulan umum.
Contoh :
·         Maudy ayunda adalah artis yang memiliki wajah cantik
·         Jessica Iskandar adalah artis yang memiliki wajah cantik
Generalisasi : semua bintang film memiliki wajah cantik. Pernyataan “semua bintang film berwajah cantik” tetapi hanya memiliki kebenaran probabilitas karna belum pernah diselidiki kebenaranya. Contoh kesalahannya : Eli Sugigi juga artis tetapi tidak memiliki wajah cantik.
Generalisasi dibagi menjadi 2, yaitu :
A.     Generalisasi Sempurna
Yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidik semua.
Contoh :
·         Kejahatan yang terjadi di Negara Indonesia
B.     Generalisasi Tidak Sempurna
Yaitu generalisasi yang dimana kesimpulan yang diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki kemudian diterapkan untuk semua fenomena yang diselidiki. Generalisasi Tidak Sempurna ini dapat menghasilkan kebenaran bila diuji dengan benar.
Misalnya :
Untuk menguji apakah seluruh orang Indonesia suka makan nasi? Untuk itu diperlukan ratusan sampel untuk menyimpulkannya.
Contoh :
·         Tidak seluruh orang Indonesia suka makan nasi
Untuk prosedur pengujian yang diperlukan untuk menyimpulkan Generalisasi Tidak Sempurna diperlukan
a.       Jumlah sampel yang diteliti terwakili
b.      Sampel harus bervariasi
c.       Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/tidak umum

2.      Analogi
Adalah membandingkan 2 macam hal yang berbeda. Tetapi dalam penalaran ini kita hanya memperhatikan persamaannya tanpa memperhatikan perbedaannya.
Contoh :
·         Untuk menjadi orang yang sukses dibutuhkan kerja keras dalam berusaha, keyakinan, belajar dengan tekun, disiplin dalam hidup. Begitu juga ingin menggapi cita-cita dibutuhkan keyakinan, kerja keras, belajar, dan displin. Jadi jika ingin menjadi orang yang sukses dan jika ingin menggapai cita-cita dibutuhkan keyakinan, belajar dengan tekun, kerja keras dalam berusaha, dan disiplin dalam hidup.
Tujuan penalaran analogi :
1.      Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan
2.      Analogi dilakukan untuk menyingkap kekeliruan
3.      Analogi dilakukan untuk menyusun klasifikasi
Jenis-jenis analogi :
1.      Analogi Induktif
Yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, setelah itu ditarik kesimpulan dari dua fenomena tersebut, dimana fenomena pertama terjadi juga difenomena kedua
Contoh :
·         Randy mampu mendapatkan peringkat pertama dikelasnya karena rajin belajar. Begitu pula Dewi juga mampu mendapatkan peringkat pertama dikelasnya jika rajin belajar.
2.      Analogi Deklaratif
Yaitu  metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
Contoh :
·         Deklaratif untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga negaranya. Begitupula manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.

3.      Kausal
Adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan, dengan menghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain. Kemudian sampai pada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu atau juga sampai pada akibat dari fakta itu.
Macam-macam hubungan kausal :
1.      Sebab - Akibat
·         Pembuangan sampah sembarangan dapat mengakibatkan banjir
2.      Akibat - Sebab
·         Raffa dapat juara pertama disebakan rajin belajar setiap hari
3.      Akibat – Akibat
·         Tadi pagi terjadi kecelakaan dijalan raya, akibatnya jalan raya tersebut ditutu untuk sementara

Sumber :







Selasa, 01 Oktober 2013

resensi buku



Resensi Buku Surat Kecil Untuk Tuhan

Nama        : Dewi Febriyanti
NPM         : 21211955
Kelas        :3EB22

Identitas buku :
Judul Buku/Novel   : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penerjemah            : -
Penerbit                : Inandra
Tahun Terbit         : 2008
Cetakan                 : Jakarta, 28 September 2011
Edisi                     : ke-8
Tebal Buku            : vii+232
Pengarang              : Agnes Danovar


Didalam novel ini menceritakan kisah nyata seorang gadis remaja yang bernama Gita  Sessa Wanda Cantika yang berjuang melawan  kanker ganas atau dalam ilmu kedokteran disebut Rabdomiosarkoma (kanker jaringan lunak). Gita Sessa Wanda Cantika merupakan peran utama didalam novel ini, yang divonis menderita kanker ganas dan diprediksi umur hidupnya tinggal 5 hari lagi. Kanker Rabdomiosarkoma (kanker jaringan lunak) menggerogoti sebagian wajahnya. Gita atau dikenal dengan nama Keke terus berjuang melawan penyakitnya, keke tidak pernah menyesali penyakit yang diberikan Tuhan olehnya. Keke terus melakuakan aktivitas sebagai seorang murid yang terus bersekolah dan menjalani hari-harinya dengan semangat dan tersenyum tanpa memperlihatkan kesedihan penyakit yang dideritanya.

Ayah keke yang bernama Joddy Tri Aprianto beserta keluarganya masih merahasiakan penyakit kanker yang ganas ini kepada putrinya, bagaimanapun sang ayah tidak tega memberitahukan penyakit ini kepada keke. Ayah keke pun berjuang untuk kesembuhan putrinya, hingga mencari pengobatan alternatih keseluruh Indonesia. Perjuangan sang ayah tidak pantang menyerah demi menyelamatkan kehidupan putrinya. Tapi perjuangan tersebut nihil tidak ada satupun pengobatan alternatif yang mampu menyembuhkan penyakit Gita Sessa Wanda Cantika.

Keke pun bertanya-tanya sebenernya penyakit apa yang diderita olehnya. Dan pada akhirnya keke pun mengetahui bahwa dia menderita kanker ganas. Ia pun tidak marah atau tidak kecewa kepada siapapun yang merahasiakan penyakit tersebut kepada dirinya. Dengan kebesaran hatinya ia menerima dengan ikhlas dan terus berjuang untuk melawan penyakit tersebut. Keke tetap memperlihatkan senyumnya kepada setiap orang dan menunjukan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal didaerah lingkungan tempat ia bersekolah. 

Sang ayah pun masih tetep berjuang untuk kesembuhan putrinya, dan akhirnya ayah Keke kembali pada ilmu kedokteran (medis). Menurut dokter ada cara yang dapat membunuh kanker tersebut yaitu dengan cara kemotrapi. Ayah keke pun menyetujui asalkan putrinya bisa sembuh dari penyakitnya. Akhirnya keke pun menjalani kemotrapi tersebut, dengan menjalani kemotrapi Gita mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama 6 bulan menjalani kemotrapi untuk membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti wajahnya. Perjuangan Keke pun sangat berat karena sekali kemotrapi mampu merontokan rambut Gita dan Gita pun harus menjalani 25 kali kemotrapi untuk dapat sembuh.

Kebesaran Tuhan pun terjadi akhirnya Gita Sessa Wanda Cantika atau Keke dapat sembuh dari penyakit kanker ganas tersebut. Keluarga serta sahabat-sahabat Gita pun sangat senang karena perjuangan gita selama ini membuahkan hasil. Tuhan memberikan kesempatan hidup untuk Gita lebih lama dari sebelumnya yang sudah divonis bertahan hidup hanya 5 hari dan akhirnya bisa bertahan hingga 3 tahun lamanya. Kebahagiaan yang dipancarkan oleh wajah Gita sangat berarti bagi keluarga serta sahabat-sahabatnya. Keluarga Keke pun mengadakan pesta kecil-kecilan untuk kesembuhan keke.

Tak lama kemudian kanker tersebut pun balik lagi, namun dengan tempat yang berbeda yaitu dipelipis mata sebelah kanan. Keke sadar bahwa nafasnya didunia ini tidak akan lama lagi. Ia pun tidak marah kepada Tuhan, kenapa hal ini terjadi kepada dirinya. Akhirnya sang ayah pun mencoba kembali ke profesor yang sebelumnya sudah membunuh kanker ganas tersebut. Kemotrapi pun dijalani Keke dan seluruh rambut keke rontok tak tersisa. Tapi sepertinya kanker tersebut sudah kebal oleh bahan kimia yang disalurkan ketubuh Keke. Kondisi Keke semakin parah, kanker itu mulai menyebar keseluruh tubuh, paru-paru, jantung dan organ-organ tubuh lainnya. Walaupun kondisi Keke semakin parah, yang patut diacungkan jempol yaitu kegigihan dan semangat Keke untuk belajar dan bersekolah bahkan disaat tangan dan kakinya sudah tidak mampun digerakkan lagi.

Waktupun berlalu dan kondisi keke tak kunjung membaik dan akhirnya ia harus dirawat inap lagi di RSCM dan mengalami koma selama 3 hari. Selama Keke koma sang ayah mendapatkan kabar yang begitu membanggakan bahwa Keke mejadi juara 3 dikelas. Sang ayah pun tak percaya bagaimana bisa Keke juara 3 dikelasnya? Selama ini Keke jarang masuk karena harus mejalani pengobatan utuk menyembuhkan penyakitnya. Betapa bahagianya keluarga Keke mendengar berita tersebut. Bahwa perjuangan Keke selama ini tidak sia-sia.

Selama 3 hari koma dan akhirnya dokterpun menyerah terhadap kanker yang diderita Keke. Di nafas terakhirnya Keke menuliskan sebuah Surat Kecil Untuk Tuhan. Surat yang berisi kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi didunia ini yang terjadi pada siapapun. Tanggal 25 Desember 2006 Gita Sessa Wanda Cantika menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga Gita serta sahabat-sahabatnya sudah mengikhlaskan kepergian Gita untuk selamanya.